Redaksi Teknik Lingkungan

SEMINAR INTERNASIONAL THE INTERNATIONAL CONFERENCE ON AIR QUALITY (ICAQ)

SEMINAR INTERNASIONAL THE INTERNATIONAL CONFERENCE ON AIR QUALITY (ICAQ)

BANDUNG. Tanggal 27-28 Februari 2018, Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (TL- ITB) mengadakan konferensi internasional yang berjudul The International Conference on Air Quality (ICAQ). ICAQ adalah konferensi yang rutin diadakan oleh negara-negara yang tergabung dalam tim riset regional Asia yang disponsori oleh Toyota Clean Area, Jepang. Beberapa negara yang mengadakan penelitian dan akan datang pada seminar kali ini adalah Tiongkok (Tsinghua University), Jepang (National Institute for Environmental Studies), India (Teri School of Advanced Studies), Thailand (King Mongkut’s University of Technology Thonburi), Austria (International Institute for Applied Systems Analysis) dan Indonesia (ITB). 

Prof. Ir. Puji Lestari, Ph.D selaku Ketua Panitia ICAQ 2018 mengatakan bahwa acara ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang bertukar informasi dalam sektor multidisiplin dan antar negara.  Namun lebih dari itu ia berharap dengan adanya ICAQ 2018 ini akan didapatkan cara untuk meningkatkan kualitas udara yang lebih baik. Prof. Puji sendiri akan memaparkan penelitiannya terkait kualitas udara di Jakarta. Skup penelitian Prof. Puji sendiri mulai dari konsumsi energi, kualitas udara, dan pemetaan dispersinya. Meskipun belum dikatakan darurat namun beberapa lokasi berada di atas ambang batas yang diizinkan. “Kami akan mengkaji dalam bidang sainsnya, kedepannya diharapkan penelitian ini dapat membantu pemerintah membuat kebijakan yang dapat menurunkan emisi dan memperbaiki kualitas udara, kita bisa juga belajar dari negara lain”, ujar Guru Besar Teknik Lingkungan ini.

Acara ICAQ ini dibagi menjadi dua sesi. Hari pertama diisi dengan keynote speaker dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Khusus Ibukota (DKI) dilanjutkan dengan seminar pemaparan riset dari masing-masing negara yang tergabung dalam tim riset. Hari kedua dilanjutkan dengan call for paper (CFP) yang terbuka untuk umum. Peserta biasanya berasal dari dosen, peneliti, dan mahasiswa. Mereka akan mempresentasikan penelitian terkait udara. Selain peserta yang mengikuti call for paper, seminar ini juga membuka secara cuma-cuma bagi yang ingin menghadiri konferensi saja tanpa mempresentasikan karya tulis ilmiah mereka.