Redaksi Teknik Lingkungan

KK RALC Gelar Seminar Nasional Angkat Isu Air Bersih dan Sanitasi

KK RALC Gelar Seminar Nasional Angkat Isu Air Bersih dan Sanitasi

(BANDUNG 14/03/18). Pada hari Selasa 13 Maret 2018 yang lalu, Kelompok Keahlian Rekayasa Air dan Limbah Cair (KK RALC) di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) mengadakan Seminar Nasional dengan Tema Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi Menuju Akses Universal Tahun 2019. Acara yang diselenggarakan di Gedung KOICA – ITB Cyber Security Center Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor ini dibuka oleh Dekan FTSL, Prof.Ir. Ade Sjafruddin M.Sc.,Ph.D. Dalam sambutannya beliau mengingatkan pentingnya isu akses air bersih dan sanitasi, sebagaimana pemerintah sendiri mentargetkan 100% pemenuhan air bersih dan sanitasi di kawasan Indonesia. “Saya kira ini topik yang sangat urgent di Indonesia. Oleh karena itu semua stakeholders yakni perguruan tinggi, operator, pemerintah, perusahaan yang terlibat, masyarakat, komunitas, dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) semuanya harus bekerja sama menghadapi isu ini”, beliau berpendapat.Acara Seminar Nasional ini terdiri terdiri dari sesi pemaparan yang diisi oleh para pembicara utama (keynote speaker), dan dilanjutkan dengan sesi presentasi paralel dari para pemakalah yang menyampaikan hasil studinya. Beberapa pembicara utama yang diundang adalah Ir. Muhammad Sundoro, M. Eng., dari Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Suharsono Adi Broto, ST, MM  mewakili Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman - Kementerian PUPR, Dr. Yoshitaka Ebie dari National Institute for Environmental Studies (NIES) dan Prof. Dr- Ing. Ir. Prayatni Soewondo, MT., selaku Ketua KK RALC.

Dalam pemaparan mengenai Kebijakan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum,  Ir. Muhammad Sundoro, M. Eng menyampaikan bahwa isu-isu umum seperti pertumbuhan penduduk, pengembangan wilayah, degradasi lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi menjadi isu strategis yang dihadapi dalam penyediaan air minum. Selain itu terdapat pula permasalahan eksisting saat ini yaitu ketersediaan air baku untuk air minum tidak merata antar wilayah administrasi kabupaten/kota. “Saya mendukung sekali acara ini. Selain mahasiswa, masyarakat serta institusi-institusi terkait lainnya perlu membuka mata akan isu ini. Saya harap hasil-hasil studi terhadap permasalahan air bersih dan sanitasi seperti ini dapat lebih sering disampaikan.”, ujarnya ketika ditanya tanggapan terkait acara Seminar Nasional KK RALC ini. Materi-materi lain yang disampaikan oleh para keynote speaker yang hadir antara lain, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik oleh Suharsono Adi Broto, ST, MM., Institutional Approach for Dissemination of Appropriate Decentralized Domestic Wastewater Treatment Facilities oleh Dr. Yoshitaka Ebie, serta Peran Keilmuan Kelompok Keahlian Rekayasa Air dan Limbah Cair (KK RALC) dalam Mendukung Program Akses Universal 2019 oleh Prof. Dr- Ing. Ir. Prayatni Soewondo, MT.

Selain keynote speaker hadir pula beberapa undangan dari instansi seperti Puslitbang Permukiman Kementerian PUPR, UP Air Limbah SDA DKI Jakarta, PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), PD PAL Jaya DKI Jakarta, Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia, Balai Penelitian dan Pengembangan Perumahan Wilayah II Denpasar, PDAM Bandung, Bappeda Provinsi Jawa Barat, Bappeda Kota Bandung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PUSAIR), DLH (BPLHD) Jawa Barat,  Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia,  dan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITB.

Setelah pemaparan dari keynote speaker, acara dilanjutkan dengan sesi presentasi paralel. Dalam sesi ini terdapat dua kelas dan masing-masing kelas dibagi menjadi tiga sesi. Bertindak selaku moderator yaitu Ahmad Soleh Setiawan, ST., MT., Ph.D, Dr. Qomarudin Helmy, S.Si., MT.,   Teddy Tedjakusuma, ST., MT., Ph.D, Ir. Yuniati, MT, M.Sc. Ph.D, Rofiq Iqbal, ST., M.Eng., Ph.D., dan Dr.Ing. Marisa Handajani, ST., MT. Setiap kelas dihadiri oleh invited speaker yang pakar dibidang air bersih dan sanitasi. Misalnya saja, Thye Yoke Pean dari Pusat Studi Lingkungan Hidup yang membawakan materi Disaster and development: The implication of disasters on the design of sanitation facilities. Hadir pula John Leeuwenburg dari Global Product Manager Water Office yang memaparkan After Spatial Asset Management serta Agus Sunara dari Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (PERPAMSI) yang membawakan Kemitraan Solidaritas.

Rangkaian acara dihadiri oleh 137 peserta dengan jumlah pemakalah sebanyak 31 orang. Pemakalah terbagi dalam empat topik bahasan yaitu infrastruktur air bersih dan sanitasi, analisis kualitas dan kuantitas air baku, teknologi pengolahan air dan air limbah, dan pengelolaan kualitas air. Acara ini diselenggarakan oleh KK RALC, bekerjasama dengan Program Studi Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS) serta Program Studi Magister Teknik Lingkungan (TL) dan disponsori oleh PSLH ITB- “Stimulating Local Innovation on Sanitation for The Urban Poor” Project. (NNA/ KS)